Rabu, 12 Februari 2020

Tugas 4

FUTURE

 



Berbicara soal masa depan kita pasti sangat penasaran akan hal itu , kita tidak tahu kedepannya kita akan bagaimana dan yang pastinya kita akan berdo'a dan mengharapkan yang terbaik dari-Nya . Jujur saja saya ini adalah orang yang takut kalo sudah berbicara tentang masa depan , karena saya takut hari esok tidak sesuai seperti yang saya bayangkan , tetapi saya selalu memotivasi diri saya agar tenang dalam menghadapi hari esok yang entah akan seperti apa .

Di usia saya sekarang , tentunya sebentar lagi akan mendekati ke jenjang yang lebih serius dan pastinya terlalu disayangkan bila waktu saya dipakai untuk bermain-main . Tetapi yang namanya masa remaja itu adalah masa-masa yang pastinya akan sangat dikenang atau menjadi kenangan dimasa dimana saya sudah mendapatkan hasil atau menikmati hasil dari jerih payah saya dimasa dulu .

Saya selalu tergiur bila melihat orang yang sukses dengan pencapaiannya , dalam benak saya berkata " semoga saya bisa seperti dia " . Tetapi sayangnya saya tidak percaya diri dengan diri saya sendiri bahwa saya bisa melakukan apa yang tidak mungkin saya bisa lakukan , saya itu kadang-kadang suka membandingkan diri saya dengan orang lain dan akhirnya sayapun  menghina diri saya sendiri bahwa saya ini orang yang bikin susah dan tidak berguna .

Saya ingin sekali bisa membantu meringankan beban orang tua dan kakak-kakak saya yang banting tulang di ibu kota demi mencari sesuap nasi , dalam artian mereka itu berkerja untuk meringankan beban orang tua saya saat mau memasukan saya ke sekolah . Jujur saya kagum kepada mereka karena mereka sangat menyayangi semua adik-adiknya dan selalu mendidik adiknya disetiap perjalanan , dan ingin adiknya tidak seperti kakaknya yang dulu hanya melihat anak orang yang bermain dengan barang mewahnya .

Saat saya sedang holiday di Jakarta saya , adik dan juga mamah saya diajak kesana kemari oleh kakak laki-laki dan kakak perempuan saya . Disaat perjalanan menuju mall Grand Indonesia saya melihat banyak sekali orang disana ya namanya juga mall ya pasti banyak orang . Lalu saya reflek begitu saja mengucapkan " ternyata hidup di kota tuh harus punya banyak duit " , kakak laki-laki saya pun merespon perktaan saya tadi , 

Ia bilang " gak harus punya duit banyak , tetapi kita itu harus menjadi orang yang punya otak ( pintar atau smart ) dan menjadi orang yang rajin dan tidak bermalas malasan . Lalu saya meresponnya dengan senyuman saja karena saya tidak tahu harus menjawab apa karena saya tahu itu juga adalah kritik bagi saya yang ternasuk orang pemalas , tidak rajin dan juga tidak pintar . Saya itu selalu kagum dengan orang yang pintar tetapi saya tidak terlalu ingin menjadi pintar . 

Waktu saya SD saya selalu masuk 10 besar , tetapi saya tidak begitu puas ataupun bangga akan hal itu , pada saat saya SMP nilai raport semester pertama saya pada saat saya kela VII ancur sekali saya masuk ranking puluhan , tapi itu bukan ranking sih tapi nomer kalo menurut saya . Dan pada saat itu saya biasa saja dan juga tidak terpuruk dengan itu dan pas saya SMA saya masih sama dengan saya yang dulu yaitu saya terlalu membuang waktu saya dengan hal-hal yang tidak berguna .


Berbicara soal tadi saya itu adalah orang pemalas , yang tidak patut anda contoh , saya juga menyesal kenapa saya tidak rajin dari dulu dan tidak suka bermalas malasan agar saya tidak terlalu cemas dengan hari yang akan datang . Menurut saya walaupun saya terlambat dalam menggapai hal yang ingin saya gapai tetapi , bila saya masih diberi waktu untuk berubah kenapa tidak . Karena pasti jalan menuju kesuksesan itu tidak sama karena kita punya proses yang berbeda .




Tidak ada komentar:

Posting Komentar